Mengenal Hipoksia, Kondisi Kekurangan Asupan Oksigen dalam Darah

  • Whatsapp

Pulse oximeter saat ini menjadi alat kesehatan yang cukup banyak dicari, baik dibeli langsung di toko alat kesehatan atau membelinya melalui media daring. Hal ini berkaitan dengan himbauan WHO agar pasien covid-19 yang melakukan isolasi mandiri membekali diri dengan oximeter.

 Bukan tanpa alasan imbauan ini diberikan. Pasien Covid-19 sangat rentan mengalami kondisi kekurangan oksigen dalam darah atau hipoksia. Jika tidak ditangani dengan baik, dapat menyebabkan berbagai kondisi yang tidak diinginkan.

Read More

 Hipoksia sendiri adalah kondisi jaringan tubuh yang kekurangan oksigen atau kadar oksigennya jauh di bawah normal. Kondisi ini bukan hanya bisa dialami oleh pasien Covid-19, tapi juga pasien penyakit jantung, paru, atau keadaan khusus lainnya. Berikut informasi lebih detail mengenai hipoksia.

 Hal-hal Penting Seputar Hipoksia

 Saat tubuh kekurangan asupan oksigen atau sama sekali tidak mendapatkannya, hanya butuh 2 menit sampai kerusakan terjadi, terutama kerusakan pada otak. Hal ini patut dihindari oleh para penderita penyakit tertentu atau pasien yang tengah melakukan isolasi mandiri. Berikut beberapa hal penting seputar hipoksia yang harus diketahui:

 1. Penyebab Hipoksia

Hipoksia dapat terjadi karena berbagai alasan, bisa kondisi kesehatan, ruangan, konsumsi zat berbahaya bahkan peradangan. Berikut penyebab utama pasien mengalami, yaitu:

– Suplai darah ke otak rendah. Kondisi ini terjadi pada pasien stroke dan mempengaruhi fungsi otak.

– Tidak ada suplai darah ke otak. Hal ini bisa terjadi ketika pembuluh darah yang bertugas menyuplai darah ke otak tidak dapat melakukan tugasnya. Kondisi ini disebut stroke ischemic dan jarang terjadi. Namun, jika terjadi akan berakibat fatal.

– Tidak ada suplai oksigen dari luar. Kondisi ini terjadi ketika seseorang kekurangan asupan oksigen, karena minimnya oksigen di dalam sebuah ruangan atau tempat.

– Berkurangnya kadar oksigen dalam darah. Kadar oksigen dalam darah bisa terjadi karena faktor kesehatan, seperti anemia, yang menyebabkan kadar hemoglobin dalam darah menurun.

 2. Gejala Hipoksia

Setiap orang bisa mengalami hipoksia, baik punya penyakit bawaan atau tidak. Oleh sebab itu, penggunaan pulse oximeter sangat penting bagi pasien dengan kemungkinan mengalami hipoksia. Gejalanya pun akan berbeda-beda pada setiap orang. Contohnya:

 – Sesak napas, napas cepat, batuk, dan mengi.

– Detak jantung yang menjadi cepat.

– Terjadinya masalah kesadaran, seperti sakit kepala, bingung, dan linglung.

– Perubahan warna kulit ke warna biru atau merah ceri.

– Berkeringat dan gelisah.

 3. Langkah Pengobatan Hipoksia

Ketika Anda mengalami gejala kekurangan oksigen dapat langsung melakukan pengecekan dengan oximeter jika memilikinya di rumah. Namun, apabila tidak cobalah melakukan penilaian dari indikasi-indikasi gejala yang muncul. Ketika seorang pasien sudah mengalami hipoksia, maka hal yang harus dilakukan adalah:

 – Memberikan oksigen tambahan yang bisa didapatkan dari masker atau selang yang terhubung pada tabung oksigen.

– Menggunakan alat bantu napas atau ventilator dengan menggunakan selang yang dimasukkan hingga tenggorokan melalui mulut dan pita suara.

– Terapi oksigen hiperbarik. Ini dilakukan khusus untuk pasien yang mengalami keracunan karbon monoksida. Caranya dengan memasukkan pasien ke ruangan bertekanan tinggi dengan oksigen murni.

 Kondisi hipoksia memang bisa sangat membahayakan sehingga tindakan pencegahan perlu dilakukan. Salah satunya dengan memiliki pulse oximeter untuk mengecek kadar oksigen dalam darah dari waktu ke waktu. Anda bisa mendapatkan oximeter dengan membelinya secara daring di marketplace.

 

Sumber:

1. https://www.halodoc.com/artikel/mengidap-hipoksia-ketahui-3-cara-pengobatannya

2. https://www.halodoc.com/kesehatan/hipoksia

3. https://www.alodokter.com/hipoksia

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *